Teori Konspirasi, Hidup Di Antara Dugaan dan Kenyataan
Ketika masyarakat tidak puas dengan
kenyataan yang mereka saksikan, mereka cenderung membuat
penjelasan-penjelasan sendiri sesuai pemikiran masing-masing. Lahirlah
teori konspirasi, yang meyakini suatu peristiwa ganjil pasti dilatar
belakangi persekongkolan kuat di belakangnya. Tapi harus berhati-hati,
karena tidak selalu apa yang kita pikirkan itu benar.
Hanya satu jam, setelah Presiden Amerika Serikat ke-35, John F. Kennedy, mati terbunuh, 22 November 1963, polisi berhasil menangkap pelakunya. Lee Harvey Oswald, demikian nama pria 24 tahun yang dituduh menembakkan senjata laras panjang dari lantai enam sebuah gedung di Dallas, Texas. Dua peluru menembus leher dan kepala belakang Kennedy yang kala itu sedang berada di sebuah mobil atap terbuka.
Benarkah dia pelakunya? Tak ada jawaban pasti, lantaran Oswald juga mati terbunuh dua hari kemudian. Ketika akan dipindahkan dari kantor polisi ke penjara, Jack Ruby, seorang pemilik klab malam yang mengaku marah atas kematian Kennedy, menembak Oswald. Pembunuhan terjadi di hadapan puluhan polisi dan disaksikan jutaan pemirsa karena disiarkan langsung oleh televisi.
Kelanjutan kisah dari peristiwa pembunuhan Presiden AS paling menghebohkan itu kemudian mirip film-film spionase. Pemerintah AS sempat dianggap tidak serius menanganinya. Apalagi tersiar kabar burung tentang saksi-saksi yang meninggal atau hilang. Termasuk "Babushka Lady", julukan sesosok wanita misterius berjas panjang warna coklat dengan scarf di kepala (babushka – dalam bahasa Rusia berarti nenek-nenek yang biasa memakai scarf) yang terlihat terus memotret di lokasi.
Dari sini mulai muncul dugaan bahwa pasti ada "sesuatu" di balik pembunuhan Kennedy. Ada yang berteori, peristiwa ini adalah buah persekongkolan di pemerintahan AS sendiri. Kemudian Uni Soviet, lalu Mafia Italia, malah belakangan Kuba sempat disebut-sebut mendalanginya. Tapi ada juga yang percaya, ehem jangan tertawa, Kennedy tidak mati. Melainkan dibawa oleh makhluk luar angkasa. Jadi, ada apa sesungguhnya?
Lagi dong, Boss...
Hanya satu jam, setelah Presiden Amerika Serikat ke-35, John F. Kennedy, mati terbunuh, 22 November 1963, polisi berhasil menangkap pelakunya. Lee Harvey Oswald, demikian nama pria 24 tahun yang dituduh menembakkan senjata laras panjang dari lantai enam sebuah gedung di Dallas, Texas. Dua peluru menembus leher dan kepala belakang Kennedy yang kala itu sedang berada di sebuah mobil atap terbuka.
Benarkah dia pelakunya? Tak ada jawaban pasti, lantaran Oswald juga mati terbunuh dua hari kemudian. Ketika akan dipindahkan dari kantor polisi ke penjara, Jack Ruby, seorang pemilik klab malam yang mengaku marah atas kematian Kennedy, menembak Oswald. Pembunuhan terjadi di hadapan puluhan polisi dan disaksikan jutaan pemirsa karena disiarkan langsung oleh televisi.
Kelanjutan kisah dari peristiwa pembunuhan Presiden AS paling menghebohkan itu kemudian mirip film-film spionase. Pemerintah AS sempat dianggap tidak serius menanganinya. Apalagi tersiar kabar burung tentang saksi-saksi yang meninggal atau hilang. Termasuk "Babushka Lady", julukan sesosok wanita misterius berjas panjang warna coklat dengan scarf di kepala (babushka – dalam bahasa Rusia berarti nenek-nenek yang biasa memakai scarf) yang terlihat terus memotret di lokasi.
Dari sini mulai muncul dugaan bahwa pasti ada "sesuatu" di balik pembunuhan Kennedy. Ada yang berteori, peristiwa ini adalah buah persekongkolan di pemerintahan AS sendiri. Kemudian Uni Soviet, lalu Mafia Italia, malah belakangan Kuba sempat disebut-sebut mendalanginya. Tapi ada juga yang percaya, ehem jangan tertawa, Kennedy tidak mati. Melainkan dibawa oleh makhluk luar angkasa. Jadi, ada apa sesungguhnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar